Tuesday, December 15, 2015

Berpikir Sebelum Bertanya


Sudah alami jika setiap orang lebih mendahulukan haknya. Hak untuk bertanya hal hal simple, bahkan cenderung menyelidiki hingga terbuncah pertanyaan yang tak pernah kita pikirkan kepantasan nya. 

"Kenapa belum kawin ? Tunggu apa lagi ?"
"Kapan punya momongan? Nanti keburu tua loch "
"Belum dapat kerjaan juga ?"
Pertanyaan-pertanyaan 'kepo' yang menurut saya sudah melintasi privasi setiap orang, perlu sangat hati - hati untuk dilontarkan. Saya pun, sering kali berhadapan dengan species kepo dengan pertanyaan - pertanyaan konyolnya.

"Nggak pengen anak perempuan ?" Nanti siapa yang mengurus kalo udah tua "
 "Kok nggak kurus kurus, padahal nggak punya pembantu" 
Orang dengan pertanyaan itu, sepertinya sudah bisa memastikan masa depan dan hari tua saya akan seperti apa tanpa anak perempuan dan melihat dari kaca mata sempit, bahwa pekerjaan rumah tangga merupakan beban berat sehingga bisa bikin orang kurus kering.
Mengerikan dan menyedihkan sekali berhadapan dengan mahluk seperti ini. Mereka sudah memposisikan diri sebagai orang yang paling tahu atas takdir dan misteri yang di tulis sendiri oleh Tuhan untuk setiap hambanya.  
Kita tidak pernah tahu, seberapa besar usaha setiap pasangan yang belum di karunia momongan. Seberapa stressnya mereka memohon dan berusaha untuk mendapatkan anak. Anak adalah rezeki, sama hal nya jodoh. Jika Tuhan belum berkehendak, sebesar apapun manusia berusaha, yang bisa dilakukan adalah menunggu......
Tua dan bertambah umur, bukan jaminan menjadi dewasa dan bijaksana. Orang - orang dengan pertanyaan konyol tersebut, bisa jadi hanya seorang anak kecil yang terjebak di tubuh orang tua yang tak pernah mau belajar untuk dewasa. Kecenderungan untuk menutup rapat masalah dan hanya menampilkan yang baik baik saja, adalah ciri menjadi dewasa dan bijaksana. Menyimpan rapat derita dan air mata dan hanya membaginya pada orang yang sangat bisa di percaya adalah hak setiap orang. Jadi, jangan langgar hak tersebut dengan pertanyaan - pertanyaan mengenai takdir Tuhan. Karena sang pemilik takdir pun pasti jengkel  mendengarnya. 
Banyak orang percaya, bahwa perkataan entah itu terbalut gosip atau pertanyaan konyol sering di artikan sebagai doa...ya di amini saja jika itu baik untuk kita.

Tapi cara mencintai yang paling indah dan rahasia adalah mendoakan dengan diam diam...