Thursday, May 07, 2015

Review Novel LABIRIN UNGU






Penulis          : Ria Jumriati
Publisher         : BitRead - Digital Book
Pages            : 563
Year              :  Juli 2014
Genre            : Sci-Fi Romance 

LABIRIN UNGU adalah novel ke-6 saya yang berhasil terbit di sela sela kesibukan bekerja dan mengurus keluarga. Tapi saya cinta menulis maka selalu ada ruang dan waktu untuk memanjakan imajinasi hingga terlahir novel Labirin Ungu, yang merupakan novel paling tebal dari semua novel dan buku yang pernah saya tulis. Terinspirasi dari  film-film Sci-Fi Romance besutan Hollywood. Saya pun mencoba membuat kisah dalam novel Labirin Ungu dengan rasa sangat Indonesia !. Saya pastikan alur cerita terbalut sangat indah meski harus menautkan dan menjalin benang merah antara 3 alam dengan jenis manusia yang memiliki keunikan, kekuatan, ego dan karma tersendiri. Klimaks terjadi ketika karma harus berbenturan sekali lagi dengan kekuatan alami yang sangat laku untuk di jual dalam genre cerita apapun. Yup benar, Kekuatan Cinta ! sangat menjadi titik penting dalam novel ini.

Mari saya ajak Anda untuk sejenak melalang buana ke alam Khayangan Prasadha Dhupa, lalu kembali ke bumi tempat kita berpijak dan siap siap melambung ke dunia menyeramkan para Raja Raja Parakang pemakan isi perut manusia !......Penasaran ?....Mari kita lanjutkan :-)




Mempercayai bahwa ada dimensi ruang dan waktu di sekitar kehidupan jagad raya ini, memang membutuhkan pengalaman supranatural yang tak sekedar dongeng belaka. Meminta keyakinan tingkat tinggi, terlebih mendera takdir dan kehidupan pribadi pelaku. Kenyataan itu lah yang merambah hidup Kemuning. Ia di pertemukan takdir oleh Danedra – Lelaki nyaris sempurna yang membawa dan memberinya kehidupan berbeda mutlak dengan pemahaman logika dan kasat mata.  Danedra memiliki darah biru keturunan Kerajaan Majapahit. Leluhurnya meyakini pemahaman tersendiri tentang kehidupan dan kematian yang sangat berbeda dengan pengertian bumi. Pemahaman dan keyakinan yang harus mematahkan logika tingkat tinggi tentang sebuah alam bernama “Prasadha Bhupa”. Danendra jatuh cinta lalu menikahi Kemuning, bukan karena kebetulan. Ada peran karma dan takdir yang melingkupi pertemuan mereka. Hingga terlahir Kayla dengan segala kelebihan serta keunikannya sebagai manusia hybrid perpaduan bumi dan Prasadha Bhupa.

Namun kebahagiaanya bersama Danendra tak berlangsung lama. Kematian Danendra menurut pengertian awam manusia, di artikan sebagai perpindahan energinya dari bumi menuju “Prasadha Bhupa” – yang di percaya oleh leluhurnya sebagai tempat singgah para roh para leluhur keturunan Raja Majapahit, termasuk dirinya. Disamping itu ada “Perbatasan Khayangan” dimana berdiam energi Ratu dan Raja tertinggi para leluhur Kerajaan. Kemuning yang memiliki takdir kelam tersendiri, berusaha untuk berpikir logis, meski setiap hari ia harus di hadapkan pada kenyataan – kenyataan supranatural yang di perlihatkan Kayla. Hingga akhirnya, Kayla tak sekedar memperkenalkannya pada  “Alam Prasadha Bhupa”, namun membaur dan menjadi bagian dari segala keindahan sekaligus kerumitan  “Labirin Ungu” yang memiliki banyak celah dan poros misterius, serta menyimpan berjuta misteri yang kelak terpecahkan sesuai  karma yang di titiskan untuk Kayla dan pasangan hidupnya kelak.

Pergelutan memahami keberadaan Prasadha Bhupa dan Labirin Ungu, pada akhirnya menempatkan logikanya pada satu keyakinan yang disebut iman. Demi menyelaraskan banyak hal di luar nalarnya yang hampir setiap hari di perlihatkan Kayla. Hingga tiba saatnya, ia pun terpilih untuk  menerima anugerah energi “Jyotih” dari para roh leluhur kerajaan. Tubuh manusia Kemuning pun, mengalami transformasi luar biasa, ia merasakan ada kekuatan luar biasa di tubuhnya, tapi tetap membutuhkan ke seimbangan emosinya sebagai manusia bumi.Disini lah ia terus di tantang untuk memiliki adaptasi yang terkadang tak di miliki tubuh manusianya.

Prasadha Bhupa adalah tempat terindah yang di yakini leluhur Danendra sebagai tempat yang harus di jaga keberadaannya. Menurut ramalan para leluhurnya, akan ada Bhutaganan Loha – yang akan bangkit setiap kurun waktu 700 tahun, ia adalah raksasa besar, kuat dan bengis yang ingin menghancurkan Prasadha Bhupa dan berambisi menguasai Perbatasan Khayangan. Untunglah terlahir Danendra – Dia adalah  putra kandung dari salah satu keturunan Raja Hayam Wuruk entah di silsilah ke berapa.  Meski dari ibu selir, ia mewarisi banyak kelebihan para leluhurnya. Namanya tak pernah di ceritakan dalam sejarah. Ibunya wafat, ketika melahirkan Donahue. Tapi hampir seluruh hidupnya di jalani di Prasadha Bhupa. Hingga sosoknya lebih banyak terbalut energi dibanding jasad kasar manusia pada umumnya. Meski berwajah tampan dan penuh kharisma, Donahue memiliki ego tinggi dan emosi yang labil. Konon, ia adalah pasangan yang tepat bagi energi Kayla, untuk  menghancurkan kekuatan Bhutaganan Loha. Tapi, energinya butuh satu tubuh manusia untuk reinkarnasinya. Dan tubuh itu, harus lah sebuah jiwa dan hati yang menjadi jodoh dan belahan jiwa Kayla selamanya. Takdir bumi pun  memilih Aldo – satu satunya pria yang dimana  Kayla tak bisa membaca pikirannya. Tapi ternyata, Aldo pun mengemban karma pendahulunya. Ia adalah keturunan tertinggi dari Kerajaan Parakang. 

Pergelutan memahami jati diri dan karma yang melingkupi Aldo dan Kayla, membawa Kemuning untuk membuka kembali takdir kelamnya terdahulu. Sekeras apapun ia  berusaha menghindar. Kenyataannya, hanya memutar waktu sesaat, tapi kembali pada jalan yang di terus di intai karmanya – Ayah Kemuning adalah seorang Parakang yang tak sempat menurunkan karma terkutuk tersebut padanya, karena sebelum proses pemindahan karma menyentuhnya, Ibunya telah membunuh Ayahnya. Tapi kini, Kayla di pertemukan dengan Aldo yang mengemban Karma Parakang.  

Berbagai intrik serta pergelutan emosi terus terjadi,  saat keduanya akhirnya di pertemukan oleh takdir bumi. Diantara ego dan emosi Donahue yang kerap mengganggu kestabilan hubungan mereka. Kemuning menginginkan Kayla tumbuh sebagai gadis normal, lalu mengajari dan menyadarkannya untuk menggunakan banyak rasa yang ada di tubuhnya. Kayla pun menikmati, terlebih ketika pertama kali melihat sosok Aldo. Untuk pertama kalinya, ia merasakan debar nikmat sebagai manusia yang tak pernah di rasakan sebelumnya. Ia pun terbuai dan lebih menikmat keberadaan manusianya di banding energinya. Donahue pun marah, dan mencari cara agar Kayla membenci Aldo. Emosi Donahue dan ego nya yang tinggi, membuatnya memaksa Aldo untuk membunuh salah satu sahabat terbaik Kayla. Perpecahan yang terjadi di antara mereka, hampir membakar hangus tubuh Aldo. Namun, semua terlewati berkat kekuatan cinta yang mereka miliki.
Takdir dan nasib Aldo yang sejak kecil sudah di kendali kan Donahue, lama kelamaan merasa muak. Ia pun berusaha lepas dan mempelajari energi Donahue. Hingga sampai pada satu persyaratan yang di tetapkan Kerajaan Parakang. Seluruh keluarga dan sahabat terbaik Kayla akan terhindar dari nafsu Parakang Aldo, jika Kayla mau menikahinya. Kayla pun bersedia dan di bawa Aldo untuk menjalankan satu ritual pernikahan di Kerajaan Parakang, untuk mendapat restu dari Raja Patotoe dan Ratu Palinge – Penguasa Kerajaan Parakang. Kayla pun menerima gelang pernikahan, sebagai pertanda ia telah menjadi bagian utama Kerajaan Parakang. Meski ritual bulan madu harus juga di laksanakan saat mereka memasuki kamar pengantin “Rakkeyang”, tapi Aldo telah berjanji untuk  menjaga kemurnian Kayla bagi pertarungan besar di Prasadha Bhupa.  Namun sayangnya, gelang pernikahan yang di kenakan Kayla membuatnya semakin lemah. Selama Aldo belum “menyentuh” Kayla istrinya, maka gelang tersebut perlahan berubah menjadi ular yang akan meracuni tubuhnya. Akhirnya, Donahue pun tak bisa mempergunakan tubuh manusia Kayla untuk pertarungan melawan raksasa – raksasa peliharaan Donahue. Ia pun menculik tubuh Nykita – sepupu Kayla yang merupaka anak dari adik ayahnya – Netraja. 

Saat pertarungan berakhir, Donahue tetap menginginkan tubuh Kayla menetap di Prasadha Bhupa. Tentu saja Aldo tak membiarkan hal itu, Kayla akan mati karena gelang tersebut semakin meracuni tubuhnya. Akhirnya, Aldo pun mengancam Donahue akan menusuk sendiri tubuhnya dengan senjata Kawali, hingga tak bisa di pergunakan Donahue kelak melawan maha raksasa Bhutaganan Loha. Donahue pun mengalah lalu melepas Kayla.

Aldo dan Kayla akhirnya kembali ke Kerajaan Parakang dan memasuki Rakkeyang untuk melaksankan ritual bulan madu mereka. Meski masih dibayangi sumpah Donahue yang akan mengambil anak mereka sebagai persembahan untuk Bhutaganan Loha. Aldo tidak peduli, Ia yakin akan ada kekuatan lain yang akan menyelamatkan keturunannya kelak.

Biar lebih melambung, berikut saya berikan sedikit penggalan Bab "Meretas Karma" yang paling saya suka:-)


"Aku dan Aldo berjalan santai menelusuri hutan jati yang lebat dan rapat. Aldo menggenggam jemariku. Aliran hangat itu kian menyatu di sanubariku. Aku tak mau kehilangannya. Tiba tiba ia telah menjadi struktur paling vital di segenap anatomi tubuhku. Dengan bahagia aku bergelayut manja di tubuhnya. Ada koneksi yang serta merta tersambung saat tubuh kami terus berdekatan  dalam kondisi hati yang semakin stabil. Aldo ternyata bisa berlari secepat angin. Aku pun tak mau kalah, dan segera terbang meninggalkannya hingga ke pucuk pohon jati tertinggi. Kami berlomba lari dengan cara tak biasa. Kadang aku bergelayut di ranting ranting besar pepohonan tua, sementara Aldo mengimbangi dengan memanjat cepat dan langsung meraih tubuhku dalam dekapannya. Kecepatannya hampir setara dengan Parusa, yang semasa kecilku sering melambung lambungkan tubuhku hingga mencapai ketinggian awan. Aku tergelak senang, rasa nya belum pernah seumur hidupku, aku merasakan kebahagiaan seperti ini. Apalagi saat aku dan dia duduk bersama di atas dahan pohon tertinggi. Ia menyanggah tubuhku, mempermainkan jemariku dan menciumi rambutku lembut. Duniaku seakan berhenti berputar. Aku lupa segalanya. Aku tak butuh cerita jati dirinya, bahkan karmaku sebagai penerus Prasadha Bhupa."
 
Dan Bab penutup yang menurut review dari beberapa pembaca seperti mengambang :-)



Aku tersenyum lega. Belum pernah kurasakan hati ku selapang ini. Dari kejauhan, energi Donahue menghampiriku. Aku menunggunya, untuk membuka gerbang Prasadha Bhupa untuk kami lalui. Mam menggenggam jemari Nykita, sementara Eyang Putri masih terlihat enggan untuk meninggalkan Prasadha Bhupa. Ia terus menikmati energi suaminya dan alam sekitar yang begitu di idam kan selama ini . Tapi Poros Prasadha Bhupa perlahan terbuka. Energi Mam dan Nykita segera melaluinya, di susul Eyang Putri yang kini di sertai Tuwuk. Sementara aku merasakan energi Donahue menahan kepergianku. Emosiku kembali tersulut. Apa maunya mahluk aneh ini ??

            “Aku harap kau belum melupakan janjimu” Ujarku mengingatkan.

            “Tentu saja....”

            “Lalu apa maksudmu menutup pintu Prasadha Bhupa untukku dan Kayla ?”

            “Aku memiliki Poros pintas untukmu menuju Rakkeyang. Tubuh Kayla akan semakin melemah dan mungkin detaknya akan berhenti saat menyentuh bumi, jika kau paksakan melewati Poros Prasadha Bhupa”

Aku terhenyak kaget. Kuperhatikan gelang di lengan Kayla, kini telah membentuk ekor dan badan ular. Aku mendadak gelisah dan semakin mempererat pelukanku.

            “Ikut aku....” Pinta Donahue. Ia pun segera melesat terbang menuju celah rumit yang tersebar di antara hamparan Labirin ungu. Lalu berhenti pada satu celah yang tertutup rimbun dedaunan dan bunga Udumbara.

            “Masuklah...”. Ujarnya tetap tanpa ekspresi. Aku menatapnya ragu. Celah itu perlahan membentuk satu terowongan yang di penuhi kabut tebal. Baru saja aku mau mengucapkan terima kasih ketika energinya telah menghilang. Dasar mahluk aneh ! Meski masih di liputi keraguan, Akupun melangkah masuk menerobos kabut tebal dan berjalan tanpa pemandangan apapun kecuali kabut. Sementara tubuh Kayla semakin melemah dalam gendonganku. Aku terus berjalan sampai kurasakan kaki ku terjejak pada satu tanah dengan aroma yang sangat kukenali. Kerajaan Parakang !! Aku terpekik bahagia. Gerbang emas itu langsung terbuka untukku. Beberapa penari pun serta merta menyambut kedatanganku. Di ujung singgasananya Raja Patotoe dan Ratu Palinge berdiri gagah dan anggun menanti kehadiranku. Sungguh perjalanan supranatural yang melumpuhkan logika. Aku kembali berpikir tentang teori “Wormhole” – Sebuah jalan pintas ruang dan waktu  yang memungkinkan hubungan geometris antara satu titik  dengan titik ruang – waktu yang lain. Dan hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ – Kini semua itu bukan lagi sekedar teori, aku baru saja melewatinya !. Ternyata benar,  jagat semesta ini memiliki jutaan partikel yang saling berhubungan dan memiliki celah dimana ada banyak kehidupan supranatural, dengan mahluk energi tinggi yang berpadu dengan masa dan gravitasi berefek negative. Apapun  teori tentang jagad raya ini. Peristiwa  yang baru saja kualami bukanlah sekedar uji coba dari banyak buku Fisika Quantum, Cosmologi atau Sains yang sering kubaca. Aku baru saja melewatinya dan itu nyata terjadi !. Aku menghela nafas panjang. Kayla perlahan sadar namun masih terlalu lemah untuk berjalan. Ratu Palinge segera mengantarku menuju Rakkeyang – Kamar pengantin yang telah di sediakan untuk kami. Tiba tiba dadaku bergemuruh hebat. Seketika pintu Rakkeyang terbuka lebar, lalu aroma semerbak bunga dan pemandangan hamparan sutra emas di atas pembaringannya. Pintu perlahan tertutup. Irama musik dan tarian tak lagi terdengar. Hanya keheningan. Ku rebahkan tubuh Kayla di atas pembaringan, ia tersenyum. Wajahnya mendadak segar merona. Jika ini adalah surga, aku tak perlu di paksa untuk mempercayainya. Semua yang di pancarkan Kayla adalah kebahagiaan dan kesempurnaan surgawi. Kutatap wajah bidadarinya, lalu menikmati kelembutan bibirnya. Selanjutnya, semua terjadi secara alamiah. Ada kenikmatan yang terlalu indah untuk di jelaskan lewat kata. Energi besar yang terpadu dengan cinta dan birahi yang membuncah dari dua sisi yang ada di tubuhku dan Kayla. Meletup sempurna, tanpa ada yang perlu di tahan apalagi di takutkan. Sebuah kebahagiaan dan kesempurnaan, yang belum pernah ku alamai selama karma kelam ini ada di tubuhku.  Keyakinan kian merambah hatiku. Pelangi dan mentari tercipta untuk menghalau badai. Seperti apapun aku dan Kayla tercipta. Dalam gulungan takdir dan karma penuh gejolak dan persimpangan rumit. Kebahagiaan itu pun mutlak tercipta untukku dan Kayla.............

           

            Dalam deru pacu meretas serangkai perjalanan karma....

            Titian dan setapak senantiasa berubah tanpa pesan dan isyarat kata

            Tetap melangkah dalam genggam cinta  mulia

            Melayang dan terjerembab lalu bangkit tanpa jera

            Sang Pengatur, selalu punya rencana indah.....

            Takdir dan karma akan mengalir dan bermuara pada akhirnya......



Segera kumpulkan serpihan kepingan kepingan cerita ini menjadi jalinan kisah yang begitu meremas hati. Cara nya gampang cukup download aplikasi BITREAD di PlayStore, AppleStore dan Windowstore di smartphone dan tablet Anda. Search Novel "Labirin Ungu". Murah kok...cuma Rp. 25.000,- Saja :-)

Happy Reading !
Salam
Ria Jumriati